Selasa, 28 April 2015

Renungkan

Diantara kita, mungkin banyak yang tidak sabar saat menghadapi orang tua yang sudah lanjut dan renta dimakan usia. Padahal pengorbanan mereka untuk mengasuh dan merawat kita sejak masih bayi hingga dewasa, bahkan bisa menjadi orang sukses tiada terkira. Tak dapat dinilai dengan apapun jua. Kesabaran mereka dalam menghadapi perilaku anak yang terkadang nakal dan bengal pun tak perlu diragukan lagi.
Kasih sayang orang tua tulus untuk anak-anaknya. Apa pun mereka lakukan demi kebaikan kita di masa mendatang. Khususnya ibu, ia rela membawa beban berat di perutnya saat masih mengandung kemudian mempertaruhkan nyawa saat melahirkan. Ia rela terbangun dari tidur lelapnya hanya karena mengganti popok yang basah karena kita ngompol. Ia pun mau tidak tidur karena tangisan kita yang lapar lalu memberikan ASI-nya. Dan ketika kita sakit, ibu juga yang begadang hingga semalaman karena harus menunggui anaknya tanpa menghiraukan letih dan lelah.
Lalu, saat ibunda berada di usia senja dengan tubuh renta dan lemah, mengapa kita menjadi tidak sabar melayaninya sebagaimana yang pernah mereka lakukan dulu kepada kita? Bahkan terkadang kata-kata tak sedap dan bentakan pun muncul dari mulut kita karena kerewelan orang tua.
Jangan lupakan peran ibu terhadap kita. Karena ibu menyayangi dan mengasihi kita jauh dari pamrih apapun jua. Biarpun sudah tua renta dan pikun, tidak sepantasnya kita memisahkan beliau dari sisi kehidupan kita. Apalagi sekedar dititipkan di panti jompo karena kita tidak ingin repot dan hanya untuk menghindari kerewelannya.
Kasih ibu tulus tak terhingga yang tiada berharap balasan dari anak-anaknya. Maka sayangilah ibumu khususnya dan orang tuamu pada umumnya.
Selagi mereka masih ada, kesempatan berbakti dan membalas kebaikan orang tua masih sangat terbuka. Kita akan merasa menyesal dan pasti sangat kehilangan tatkala mereka sudah pergi selamanya dan tidak lagi berada di tengah-tengah kehidupan kita

Besarnya Kasih Sayang Orangtua

Hasil gambar untuk besarnya kasih sayang orangtua

Jika dihadapkan padanya antara hidup dan kematian, pastilah ia akan memilih mati agar kita tetap hidup
Rasanya tidak terlalu berlebihan kalimat tersebut untuk menggambarkan betapa besar kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, yaitu “kita”. Seorang ibu adalah ia yang telah berjuang dengan gigih saat melahirkan kita, pastinya kita tak akan ingat ketika ia dengan rela hati membawa kita kemanapun ia pergi saat kita dalam kandungannya lebih kurang selama 9 bulan lamanya.
Begitu indahnya gambaran kasih sayang yang diberikan oleh seorang ibu kepada anaknya. Ia memberikan apapun agar anaknya hidup layak dan bahagia. Apakah kita berfikir ketika ia berikan segalanya untuk kita, ia curahkan semua perhatiannya untuk memikirkan kebutuhan kita, sang ibu mengharapkan balasan kita? Sama sekali tidak, jikapun ada ibu yang terkadang meminta sekedar kebutuhannya itupun tidak seberapa, dan itu memang kewajiban kita sebagai seorang anak. Pernahkah kita mendengar dalam ajaran Islam yang mulia, bahwa semua harta yang kita miliki adalah hak orang tua kita?
Kasih sayang ibu memang tidak terbatas. Mungkin bagi sebagian kita yang telah merasakannya dan ada yang sama sekali tidak sadar akan besarnya kasih sayang seorang yang mulia ini. Masih ingatkah kita saat kita masih seorang bocah nakal yang sering kali merepotkannya, ia mungkin marah, tapi bukan berarti itu dapat mengurangi kasih sayang nya kepada kita. Ia marah karena kita melakukan sesuatu yang salah, adalah salah satu bukti bahwa ia sedang menyayangi anaknya.
Kasih sayang ibu tidak mungkin dapat kita bayar sampai kapanpun, ia adalah hutang yang tak mungkin pula dapat kita lunasi sampai kita mati. Saat kia dalam kandunganya, ia adalah yang paling merasakan kesusahan karena kita. Tidur tidak nyenyak, kemana-mana berjalan dengan perut yang berat, tidak boleh makan ini dan itu serta tak jarang harus makan makanan yang tidak ia sukai.
Pada saat melahirkan tiba, penderitaan ibu untuk memperjuangkan kelangsungan hidup kita harus dilaluinya. Saat seorang ibu melahirkan anaknya, merupakan saat-saat ketika ia harus berhadapan dengan keadaan yang mengancam jiwanya untuk melahirkan kita. Ia harus menghadapi kesakitan yang luarbiasa agar kita lahir kedunia.
Pada saat anak masih bayi, penderitaan ibu belum selesai. Setiap malam harus bangun untuk mengganti popok, menyusui, dan menidurkan si bayi. Belum juga terlelap lama, jika si kecil bangun, maka ibu harus ikut bangun untuk melayani kebutuhan si kecil. Begitu seterusnya hingga anak dapat hidup mandiri. Bahkan, ketika anak sudah besar dan mandiri-pun kasih sayang ibu tidak pernah surut atau berkurang. Mereka tetap menyayangi anak-anaknya, melalui cucu- cucunya.
Seorang ibu malakukan semua itu dengan penuh kasih sayang tanpa disertai harapan mendapat balasan. Seorang ibu adalah ia yang senang ketika kita senang, ia akan sedih ketika kita mendapatkan kesusahan. Jika kita sakit, ia adalah orang yang paling mengkhawatirkan kita. Itulah diantara kasih sayang ibu terhadap anak-anaknya.

Bukti kasih sayang orang tua

Ada beberapa hal yang bisa dijadikan renungan kita sebagai anak, untuk mencari tahu bagaimana caranya membalas budi pada kedua orang tua.

1. Dukungan keuangan
Dalam kesibukan orang tua saat mencari nafkah, nama Anda sebagai anaknya tidak akan pernah mereka lupakan. Dibalik nominal uang yang mereka hasilkan dari keringatnya, anak-anaknya lah yang menjadi penyemangat mereka. Dalam hal ini, bukan seberapa banyak yang dihasilkan, namun ketulusan dari orang tua untuk anak-anaknya. 

Walaupun Anda sebagai anak bisa menggantikan nominal uang yang telah dikeluarkan oleh orang tua, namun ketulusannya tidak akan pernah bisa Anda bayarkan dengan uang yang Anda miliki.

2. Orang tua memberikan perhatian yang cukup untuk Anda
Sesibuk apapun orang tua terhadap pekerjaannya, namun, saat sang anak membutuhkan waktunya, orang tua dengan rela dan ikhlas akan meluangkan waktunya itu. 

Orang tua selalu memberikan perhatian meski terkadang mereka harus bergulat dengan kesibukannya sendiri. 

3. Mereka akan selalu ada saat Anda membutuhkannya
Ketahuilah, saat teman-teman dekat Anda menjauh, orang tua lah yang akan menemani Anda, dan orang tua adalah teman yang tak akan pernah pergi. Saat Anda mengeluh dan mengadu pada orang tua, namun sikap mereka acuh, sebenarnya hati mereka pun ikut miris dan akan berusaha menghibur Anda.

Orang tua kita mungkin tidak sempurna, tapi sama seperti cinta, kita tidak mungkin menemukan orang yang sempurna di mata kita, namun orang yang sempurna untuk kita. Tidak ada harta yang mampu membalas segala jasa orang tua selain kebaikan hati dan menjadi anak yang berbakti serta tidak pernah melupakan mereka.

4. Orang tua mengajarkan banyak hal kepada anak-anaknya
Masih ingatkah Anda kalau orang tua selalu mengajarkan anak-anaknya untuk tidak lupa berdoa, tidak boleh kasar dengan orang lain, sampai memarahi Anda supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Tiap orang tua memiliki gayanya sendiri-sendiri dalam mendidik anak-anaknya. Ada dengan cara lembut, halus, kasar, ketat. bahkan demokratis. Jangan langsung tersinggung kalau mereka sedikit keras, dan jangan juga jengkel kalau orang tua sedikit rewel. Itu mereka lakukan dimaksudkan supaya Anda bisa menjaga diri dan mandiri saat mereka sudah tidak bisa menjangkaunya lagi.

5. Hey, ingat, masa kecil Anda sangat indah lho
Memang tidak setiap saat Anda dibelikan mainan atau liburan saat Anda masih kecil. Namun, Anda tumbuh di sebuah rumah yang penuh dengan kasih sayang serta bimbingan orang tua, bukan? Masa kecil yang indah itu sangat mudah dibuat. Walaupun Anda tinggal bukan di rumah mewah, tapi Anda masih memiliki orang tua yang selalu tersenyum hangat serta memanggil Anda dengan penuh kasih sayang, dan itulah tanda kalau Anda pernah mengecap masa kecil yang indah.

Sabtu, 04 April 2015

posting pertama

Inilah posting pertamaku sebagai langkah awal untuk lebih mengetahui tentang bagaimana menjadi seorang bloger yang baik

POSTING PERTAMA

Inilah posting pertamaku sebagai langkah awal untuk lebih mengetahui tentang bagaimana menjadi seorang bloger yang baik