Diantara
kita, mungkin banyak yang tidak sabar saat menghadapi orang tua yang
sudah lanjut dan renta dimakan usia. Padahal pengorbanan mereka untuk
mengasuh dan merawat kita sejak masih bayi hingga dewasa, bahkan bisa
menjadi orang sukses tiada terkira. Tak dapat dinilai dengan apapun jua.
Kesabaran mereka dalam menghadapi perilaku anak yang terkadang nakal
dan bengal pun tak perlu diragukan lagi.
Kasih sayang
orang tua tulus untuk anak-anaknya. Apa pun mereka lakukan demi
kebaikan kita di masa mendatang. Khususnya ibu, ia rela membawa beban
berat di perutnya saat masih mengandung kemudian mempertaruhkan nyawa
saat melahirkan. Ia rela terbangun dari tidur lelapnya hanya karena
mengganti popok yang basah karena kita ngompol. Ia pun mau tidak tidur
karena tangisan kita yang lapar lalu memberikan ASI-nya. Dan ketika kita
sakit, ibu juga yang begadang hingga semalaman karena harus menunggui
anaknya tanpa menghiraukan letih dan lelah.
Lalu, saat
ibunda berada di usia senja dengan tubuh renta dan lemah, mengapa kita
menjadi tidak sabar melayaninya sebagaimana yang pernah mereka lakukan
dulu kepada kita? Bahkan terkadang kata-kata tak sedap dan bentakan pun
muncul dari mulut kita karena kerewelan orang tua.
Jangan
lupakan peran ibu terhadap kita. Karena ibu menyayangi dan mengasihi
kita jauh dari pamrih apapun jua. Biarpun sudah tua renta dan pikun,
tidak sepantasnya kita memisahkan beliau dari sisi kehidupan kita.
Apalagi sekedar dititipkan di panti jompo karena kita tidak ingin repot
dan hanya untuk menghindari kerewelannya.
Kasih ibu
tulus tak terhingga yang tiada berharap balasan dari anak-anaknya. Maka
sayangilah ibumu khususnya dan orang tuamu pada umumnya.
Selagi
mereka masih ada, kesempatan berbakti dan membalas kebaikan orang tua
masih sangat terbuka. Kita akan merasa menyesal dan pasti sangat
kehilangan tatkala mereka sudah pergi selamanya dan tidak lagi berada di
tengah-tengah kehidupan kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar